Bangunan Cagar Budaya

Rumah Bapak Sunartejo


Bangunan Cagar Budaya

Rumah Bapak Sunartejo

Ada

Kolonial Belanda

Kolonial

1918

101 tahun

Panjang :- Lebar : -

Panjang : - Lebar: -

-

Rumah ini semula milik Bapak Cokrodirjo, yang membeli bangunan tersebut melalui lelang yang dilakukan oleh pihak pemerintah desa. Seperti Bapak Bayu Harjo, Bapak Sunartejo juga merupakan cucu dari Bapak Cokrodirjo.

-

Penetapan Cagar Budaya
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

Belum Ditetapkan

-

SK Kadinas. No. 996/KPTS/XII/2014

Nasional

-

-

-

Internasional

-

-

-

Penghargaan Cagar Budaya
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

General
Pemilik dan Pengelola

Bapak Sunartejo

-

Kulonprogo

Galur

Karangsewu

-

-

-

Dusun RT 55 RW 27 Dn 14/Kempleng, Padukuhan Sewu Galur Jalan -

Lokasi

Kulonprogo

Galur

Karangsewu

Jalan RT 55 RW 27 Dn 14/Kempleng, Padukuhan Sewu Galur Jalan -

Penelitian yang Pernah Dilakukan

-

-

-

-

Kondisi Bangunan
Arsitektur

Sedang

Arah hadap bangunan ke barat, dengan batas barat jalan desa, di timur berbatasan dengan pekarangan, di selatan berbatasan dengan rumah Ibu Suryani, serta utara berbatasan dengan rumah Bapak Karwono. Bangunan mempunyai luas 388 m² terdiri dari tiga unit, yakni bangunan utama, bangunan pelayanan, serta paviliun. Seperti pada hampir semua bangunan indis pada masa itu, bangunan utama di depan terpisah dengan bangunan paviliun yang berukuran lebih kecil, serta bangunan pelayanan yang berada di bagian belakang. Ketiga bangunan tersebut saling dihubungkan dengan selasar beratap. Bangunan rumah tinggal ini dikelilingi oleh pagar dari pasangan bata berplester.

Secara keseluruhan arsitektur bangunan hampir sama bercirikan bangunan kolonial atau indis, yaitu facade simetris, dinding kokoh, pencahayaan dan pengawasan cukup baik melalui ukuran pintu dan jendela yang besar dan, plafon yang tinggi. Akan tetapi secara umum bangunan rumah dinas ini mempunyai teras terbuka dengan dua pilar berbentuk persegi dan atapnya berbentuk segi tiga. Di atas pintu dan jendela terdapat hiasan berupa lengkung dari kayu dan kaca. Pada bagian muka terdapat tiga pintu, yang paling besar berada di tengah. Lantai terbuat dari plester, sementara itu plafonnya berupa anyaman bambu. Pada ruang tengah masih terlihat adanya lantai yang masih asli berupa tegel lama yang dikombinasikan dengan lantai baru. Di atas pintu dan jendela pada ruangan ini terdapat hiasan berupa kaca patri berwarna merah dan hijau. Di antara rumah induk dengan ruangan belakang yang berupa kamarkamar untuk pembantu serta kamar mandi lama, dulu terdapat ruangan terbuka.

Struktur

Sedang

-

Keterawatan

Sedang

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

-

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 08 Desember 2019 - 22:10:22