Bangunan Cagar Budaya

Situs dan Bangunan Candi Ijo


Bangunan Cagar Budaya

Situs dan Bangunan Candi Ijo

Ada

Hindu-Budha/ Klasik

Tradisional

abad

-

Panjang :- Lebar : -

Panjang : - Lebar: -

-

Candi Ijo adalah nama kompleks percandian yang terletak perbukitan yang oleh penduduk setempat dinamakan Gunung Ijo. Perbukitan ini sebenaranya juga merupakan bagian dari rangkaian Perbukitan Prambanan, sebuah bukit bagian utara Pegunungan Seribu. Letak Candi Ijo dari Kota Yogyakarta kira-kira 14-15 kilometer. Sedangkan bila diukur dari kompleks Candi Prambanan ke arah selatan melalui jalan Piyungan-Prambanan kira-kira sejauh 3-4 kilometer kemudian belok ke arah timur sejauh kurang lebih 2 kilometer.

Candi ini ditemukan pertama kali oleh H.E.Doreepal pada tahun 1886. Ia adalah seorang administratur pabrik gula. Pada waktu itu ia sedang melakukan pengamatan dalam rangka memperluas lahan untuk tanaman tebu. Pada saat melakukan pengamatan itulah ia menemukan Kompleks Candi Ijo. Pada saat ditemukan pertama kali Candi Ijo merupakan suatu bangunan candi yang memiliki pola halaman berteras. Posisi teras tersebut semakin ke belakang semakin tinggi. Pada teras III (teras paling belakang/tinggi) terdapat bangunan candi yang merupakan bangunan induk. Setelah penemuan yang pertama itu Kompleks Candi Ijo kemudian menjadi objek penelitian.

 

Mengenai siapa yang mambangun Candi Ijo sampai sekarang belum dapat diketahui. Hanya saja menurut perkiraan para arkeolog Candi Ijo dibangun oleh Dinasti Sanjaya pada abad VIII-IX Masehi. Di dalam candi induk ini terdapat yoni dengan ukuran yang relatif besar. Pada bagian bawah cerat yoni terdapat relief kura-kura di atas kepala seekor naga. Batang lingga terdapat di tengah yoni. Yoni dan lingga terbuat dari batu kali. Lingga dipahat sangat halus. Bagian atas lingga telah patah tetapi sekarang sudah dalam kondisi tertambal utuh.

 

Candi induk dan tiga buah perwara sudah dipugar.

Pada tahun 1986 pada kegiatan pra pemugaran (pada teras I) ditemukan fragmen gerabah berjumlah 180 dengan rincian: 37 fragmen badan, 10 fragmen dasar, 1 leher kendi, 2 tepian kendi, 1 cerat kendi, 5 buah fragmen kupingan, 1 fragmen bahu, 1 buah wadah nyaris utuh. Pada penggalian di teras II (terletak di sebelah barat teras I) juga ditemukan fragmen gerabah sebanyak 218 buah. Jadi, total penemuan fragmen gerabah dari teras I, II, dan III adalah 453 buah.

Penetapan Cagar Budaya
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

Ditetapkan

-

Kep. Mendikbud. 157/M/1998; SK Kadinas. No. 430/51/2014

Nasional

-

-

-

Internasional

-

-

-

Penghargaan Cagar Budaya
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

General
Pemilik dan Pengelola

BPCB DIY

BPCB DIY

Sleman

Kalasan

Tirtomartani

-

-

Telp. (0274) 496019, 496419

Dusun Bogem Jalan Jl. Bogem

Lokasi

Sleman

Prambanan

Sambirejo

Jalan Klengkong Jalan -

Penelitian yang Pernah Dilakukan

-

-

-

-

Kondisi Bangunan
Arsitektur

Sedang

Secara umum kompleks Candi Ijo dibagi menjadi III teras yang masing-masing teras diduga dipisahkan oleh pagar batu, tetapi pagar ini sekarang sudah tidak kelihatan lagi. Candi pada teras paling depan (teras I) berbentuk persegi dengan ukuran setiap sisinya kurang lebih 6,8 meter. Candi di teras pertama ini praktis sudah runtuh. Arah hadap candi di teras I ini adalah barat.

Teras II merupakan teras yang lebih tinggi dari teras I. Posisi teras II berada di sisi timur teras I. Pada teras II terdapat 4 buah bangunan candi yang telah hancur. Ke empat candi tersebut memiliki bentuk yang sama, berdenah persegi dengan ukuran sisi-sisinya kurang lebih 6 meter. Diduga bahwa candi-candi di teras II ini menghadap ke barat. Pada teras II terdapat reruntuhan bangunan yang sampai sekarang belum diketahui bentuk aslinya secara keseluruhan. Pada teras II ini terdapat sebuah teras yang memiliki komponen batu-batu tanda sebagi umpak.

 

Pada teras III (paling atas/paling belakang) terletak candi induk. Candi induk ini pada saat ditemukan juga sudah runtuh akan tetapi pada saat Tim Tembi berkunjung ke sana (Selasa, 15 Juli 2003) tampak sudah selesai dipugar dan tampak berdiri dengan megah. Candi induk ini juga memiliki denah persegi dengan ukuran masing-masing sisinya kurang lebih 13 meter.

 

Struktur

Sedang

-

Keterawatan

Sedang

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

-

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 05 Desember 2019 - 06:19:12