Jenis Makanan dan Minuman Tradisional

Rambak Krecek


General

Rambak Krecek

Yogyakarta

-

Penetapan WBTB
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Internasional

-

-

-

Bahan / Cara Memasak / Fungsi

Bahan Pokok

Terbuat dari kulit sapi yang diiris tipis, dimasak dan dikeringkan. Jenis makanan ini digunakan sebagai bahan makanan tambahan, seperti gudeg atau sambal hati.

Fungsi Bahan makanan

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

No. Registrasi : 20162010006667
Nama Karya Budaya : Rambak Krecek
Provinsi : DI Yogyakarta
Domain : Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional
Kategori : Kuliner Tradisional

 

Rambak krecek atau krupuk rambak adalah makanan tradisional yang terbuat dari bahan dasar kulit kerbau. Rambak krecek dapat ditemui di daerah Bantul, yaitu di daerah Segoroyoso. Di daerah ini merupakan sentra pengrajin krupuk rambak atau rambak krecek. Salah satu pengrajin krupuk rambak di daerah tersebut adalah Bapak Mardiyono. Beliau memulai usahanya sejak tahun 1990. Dengan dibantu tenaga kerja sebanyak 5 orang Bapak Mardiyono menggeluti usaha membuat rambak krecek. Produksi rambak krecek yang dikelola oleh Bapak Mardiyono masih tetap eksis hingga kini. Pada saat tertentu, saat menjelang lebaran atau pada saat musim hajatan misalnya bulan besar atau musim haji biasanya banyak sekali pesanan, sehingga untuk memenuhi permintaan pasar maka Bp Mardiyono menambah 2 tenaga kerja. Usaha krupuk rambak yang dikelola oleh Bp Mardiyono diberi merek Rambak Cap Dua Kelinci dan nama perusahaannya Windasari. Bahan baku yang berupa kulit kerbau didatangkan dari Surabaya dan Boyolali. Namun bahan baku tersebut sebenarnya berasal dari Kalimantan dan ujung Pandang. Kulit kerbau sebagai bahan baku dapat juga dibeli melalui distributor yang ada di Segoroyoso. Alat-alat yang dipergunakan untuk memproduksi krupuk rambak diantaranya : pisau, Wajan, kalo besar,tungku kayu, disamping itu ada alat2yang lain. Pengolahan rambak krecek melalui beberapa proses. Pertama-tama kulit kerbau yang masih berupa lembaran dipotong-potong berbentuk persegi dengan ukuran 40 Cm. kemudian direbus hingga mengembang. Selanjutnya kulit kerbau dibersihkan bulu dan sisa daging yang masih menempel dengan cara mengerok. Kemudian direbus lagi hingga lunak. Kulit yang sudah lunak kemudian dipotong lagi menurut selera atau permintaan pasar, di samping itu juga dilakukan pemilihan kualitas kulit. Untuk memenuhi permintaan di wilayah Jogjakarta maka rambak krecek dipotong dengan ukuran besar, sebaliknya untuk memenuh permintaan konsumen di luar Jogjakarta misalnya wilayah Klaten dan Solo maka kulit dipotong dengan ukuran lebih kecil. Kemudian potongan kulit kerbau dijemur hingga kering. Untuk mendapatkan kulit yang bener-bener kering memerlukan waktu kira-kira 2-3 hari di bawah sinar matahari. Setelah kering, potongan ?potongan kulit kerbau tersebut diungkep dengan minyak goreng pada suhu tertentu selama 8-12 jam. Pada proses pengungkepan dengan minyak merupakan tahap yang sangat menentukan baik buruknya hasil produksi krupuk rambak.. Jika kurang panas maka ketika digoreng rambak tidak akan mengembang, demikian sebaliknya jika terlalu panas maka kualitas rambak tidak baik. Untuk itu dibutuhkan kejelian dalam mengerjakan proses pengungkepan. Proses yang terakhir yaitu penggorengan . Setelah digoreng dan dalam keadaan sudah dingin maka kemudian dikemas dan krupuk rambak siap pasarkan. Daya tahan rambak krecek yang telah diungkep hingga 1 tahun apabila disimpan dalam kantong-kantong plastik. Pangsa pasar rambak krecek dari Segoroyoso masih bersifat local, yaitu di sekitar wilayah DIY.

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 19 Februari 2018 - 12:06:16