Tokoh Seniman / Budayawan

Umar Kayam


General

Umar Kayam

Ngawi, Jawa Timur

30 April 1932

film, sastra, sosiologi

Hidup

-

Alamat

Lokasi tidak diketahui

Lokasi tidak diketahui

Lokasi tidak diketahui

-

-

-

Dusun - Jalan -

Keterangan Lain

sarjana muda di Fakultas Pedagogik UGM (1955),

meraih M.A. dari Universitas New York, Amerika Serikat (1963),

meraih Ph.D. dari Universitas Cornell, Amerika Serikat (1965). 

sastrawan, sosiolog, dan seorang guru besar di Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada (1988-1997).

-

-

-

Penghargaan
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

riwayat kerja :  Di bidang pemerintahan ia pernah menjabat Direktur Jenderal Radio, Televisi, dan Film Departemen Penerangan RI (1966-1969), anggota MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara), dan Ketua Dewan Film Nasional (1978- 1979). Di bidang pendidikan ia pernah menjadi Direktur Pusat Latihan Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Hasanudin, Ujungpandang (1975-1976), dosen Universitas Indonesia, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, senior fellow pada East-West Centre, Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (1973), Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, dan Direktur Pusat Penelitian Kebudayaan Universitas Gadjah Mada (1977-meninggal), dan Ketua Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta. Di bidang budaya ia pernah menjadi anggota penyantun / penasihat majalah Horison, Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1969- 1972), dan anggota Akademi Jakarta (1988-seumur hidup).

karya : Seribu Kunang-kunang di Manhattan (kumpulan cerpen, 1972), Totok dan Toni (cerita anak, 1975), Sri Sumarah dan Bawuk (1975), Seni, Tradisi, Masyarakat (kumpulan esai, 1981), Sri Sumarah (kumpulan cerpen, 1985, juga terbit dalam edisi Malaysia, 1981), Semangat Indonesia: Suatu Perjalanan Budaya (bersama Henri Peccinotti, 1985), Para Priyayi (novel, 1992), Parta Karma (kumpulan cerpen, 1997), Jalan Menikung (novel, 2000). Cerpen-cerpennya diterjemahkan oleh Harry Aveling dan diterbitkan dalam Sri Sumarah and Other Stories (1976) dan From Surabaya to Armageddon (1976). Mangan Ora Mangan Kumpul (kumpulan kolom, 1990), Sugih Tanpa Banda (kumpulan kolom, 1994), Madhep Ngalor Sugih-Madhep Ngidul Sugih (kumpulan kolom, 1998), dan Lebaran di Karet (kumpulan cerpen, 2002).

Penghargaan yang pernah diraihnya: cerpennya, “Seribu Kunang-Kunang di Manhattan”, mendapatkan hadiah majalah Horison 1966/1967. Novelnya, Para Priyayi, mendapatkan Hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P dan K pada tahun 1995. Dan, tahun 1987, Umar Kayam memperoleh Hadiah Sastra ASEAN. 

Status : Tidak aktif (wafat)

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 15 Desember 2019 - 01:06:58