Tokoh Seniman / Budayawan

Fransiscus Xaverius Harsono


General

Fransiscus Xaverius Harsono

Blitar, Jawa Timur

22 Maret 1949

Seni Rupa

Hidup

-

Alamat

Yogyakarta

-

(tidak diinput)

-

-

-

Dusun Jalan

Keterangan Lain

Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSI) ASRI

di Yogyakarta (ISI) dari 1969-1974,

Seniman

Tingkat Provinsi dan Nasional

-

Ayah : Oh Hok Tjoe

Penghargaan
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

Bersama Gerakan Seni Rupa Baru (GSRB) pada Agustus 1975, Harsono

menggelar pameran perdananya di Taman Ismail Marzuki. Dan selanjutnya

pameran “Proses 85” (1985) dan “Pasar Raya Dunia Fantasi” (1987).

Harsono juga menghasilkan berbagai karya tunggal, antara lain “The

Relaxed Chain” (1975), “Transmigrasi” (1977), “Power and the Oppressed” (1992),

“Voice without Sign” (1994), “Voice from the Dam”, “Burned Victims” (1998),

“Wear Mask” (2001). The Light of nDudah” (2009), “The Erased Time” (2009),

“Preserving Life, Terminating Life” (2009), “Bone Cemetery Monument” (2011),

dan “Rewriting on the Tomb” (2013).

Memasuki 1990-an, karya Harsono menarik perhatian internasional,

karena secara gamblang mengkritik Orde Baru. Harsono mendapat kesempatan

menjalani residensi di Adelaide pada 1992 dan “Asia Pacific Triennale” di

Brisbane, 1993. Setelahnya, Harsono kerap mengikuti berbagai pameran di

Jepang, Korea Selatan, Cina, Belanda, Italia, Kanada, dan Amerika Serikat.

Kontribusi Harsono selama puluhan tahun di dunia seni membuatnya diganjar

Tokoh Seni Kategori Seni Rupa (2013) oleh majalah Tempo. Pada 2014, Anugerah

Adhikarya Rupa 2013 dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Tahun 2014, Prince

Claus Award dari pemerintah Belanda. Tahun 2016, mendapat Joseph Balestier

Award for the Freedom of Art dari pemerintah Singapura dan Amerika Serikat

atas kontribusinya dalam memperjuangkan ide-ide pembebasan.

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 13 Desember 2019 - 18:22:08