Emmanuel Subangun
Pohsarang, Kediri
01 Januari 1949
(1) Jurnalistik; (2) Budaya
Hidup
-
Sleman
-
(tidak diinput)
memperoleh gelar doktornya dari École des Hautes Études en Sciences Sociales (EHESS), Paris, Prancis pada 1987.
penulis, jurnalis
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
Karya : ginisiasi terbitan mingguan bernama Barsos (Barometer Sosial). Beberapa buku yang ia tulis adalah Syuga Derrida (1995), Kapitalisme Gotong Royong (1997), dan Kaum Beriman di Tengah Krisis Nasional (1999). Secara khusus untuk seni rupa, ia juga menulis sebuah esai dalam katalog Pameran Seni Rupa Lingkungan Proses 85 dengan judul “Budaya Kota: Ragam Pesona” (1987), Penggalan Skripsi Agung Hujatnika: Tinjauan terhadap Perdebatan Biennale Seni Rupa Jakarta XI (1993), The Beautiful, The Worse, and The Ugly: a Fragment of Indonesian Intellectual History (2016). Dalam esainya yang berjudul “Budaya Kota: Ragam Pesona”, dalam rangka gelaran “Seni Rupa Baru Proyek 1 “Pasaraya Dunia Fantasi” pada 1987, Emmanuel Subangun secara khusus mengulas kehadiran Gerakan Seni Rupa Baru. Ia sampai pada suatu kesimpulan bahwa seni rupa baru bukanlah gerakan, karena memiliki dua prasyarat struktural yang tidak jelas (lapisan sosial bawah atau menengah; dan upaya penyehari-harian seni rupa yang tak seirama dengan situasi masyarakat komersial kala itu). Bagi Subangun, gerakan seni rupa baru lebih berperan dalam menghadirkan mimpi atas kepekaan sekitar.
Meninggal pada 3 Desember 2017. Tidak Aktif
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 13 Desember 2019 - 16:32:55 |