RM Suhardjo Djajeng Asmoro
Yogyakarta
24 Januari 1908
seni lukis
Hidup
-
Yogyakarta
-
(tidak diinput)
-
-
-
Dusun Jalan
HIS Keputran, lalu
MULO (SMP) Kotabaru, Yogyakarta, kemudian School
voor Beeldende Gursisten (Sekolah Seni Rupa) di
Jakarta
Direktur SGA
Negeri III Prabangkara Yogyakarta; Guru Seni Rupa
AMS (SMA III) Kotabaru Yogya, Wakil Direktur ASRI Yogyakarta
Tingkat Provinsi dan Nasional
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
Ia merupakan salah seorang pendiri Akademi Seni Rupa Indonesia ASRI,
Yogyakarta. Dan setelah tujuh tahun turut mengelola akademi seni rupa
pertama di Indonesia itu, ia menjadi korban normalisasi oleh Menteri P & K,
Moh Yamin, karena tidak memiliki ijazah ahli gambar.
Pernah menjadi ahli gambar andalan keraton. Karena keahliannya itu
terutama dalam melukis potret, ia dikirim Sri Sultan Hamengku Buwono IX ke
Batavia (1932), untuk belajar melukis di Scholl voor Beeldende Kunsten. Tahun
1942 lukisannya berjudul Arjuna Wiwaha meraih juara pertama dalam Lomba
Lukis se-Asia Raya.
Tahun 1945 Djajeng Asmoro mendirikan Pusat Tenaga Pelukis Indonesia
(PTPI), sebagai perwujudan cita-cita idealisme kesenimanannya. Lewat PTPI
Djajeng Asmoro dan kawan-kawan banyak membuat spanduk, poster, dan
lukisan perjuangan.
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 13 Desember 2019 - 15:52:12 |