Tokoh Seniman / Budayawan

Dadang Christanto lahir


General

Dadang Christanto lahir

Tegal

01 Januari 1957

Seni Rupa

Hidup

-

Alamat

Yogyakarta

-

(tidak diinput)

-

-

-

Dusun Jalan

Keterangan Lain

Institut Seni

Indonesia, Yogyakarta tahun 1986

Dosen, Seniman

Tingkat Internasional

-

-

Penghargaan
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

Karir kesenian Dadang dimulai sejak keikutsertaannya dalam pameran seni

rupa Sanggar Bambu tahun 1978. Sejak itu Dadang semakin aktif memproduksi

karya yang fokus pada isu tragedy kemanusiaan dimana kebanyakan karyanya

merupakan wujud penghormatannya pada korban kekerasan politik dan

kejahatan kemanusiaan. Subyek tragedi yang ditampilkannya banyak terkait

dengan pengalaman trauma politik pribadi dan dengan berbagai tragedi sosial

politik yang melanda Indonesia. Fokus kekaryaannya tersebut semakin terlihat

jelas dari pameran tunggalnya yang berjudul “Pilgrim Project” (Bali, 2007).

Dalam pameran tersebut Dadang menampilkan kaitan pengalaman trauma

politik pribadi dengan berbagai tragedy sosial politik yang melanda Indonesia.

Sebelumnya, pada 1991 Dadang menggelar pameran tunggal pertamanya

di University of South Australia, Adelaide dan Victoria College of the Arts,

Melbourne. Sejak itu ia lebih sering mengadakan pameran di Indonesia dan

Australia. Pada 1980-an Dadang dianggap sebagai seniman pertama yang

menampilkan karya instalasi dan merupakan seniman Indonesia pertama yang

mengikuti event pameran seni rupa besar berskala internasional. Dadang juga

banyak mendapatkan pujian kritis karena kemampuannya membangkitkan

refleksi tentang derita dan kepahitan para korban kejahatan kemanusiaan

melalui karya-karyanya.

Beberapa pameran besar yang diikuti Dadang antara lain Asia-Pacific

Triennials Contemporary Art pertama dan ketiga Brisbane (1993 & 1999), Bienal

de Sao Paulo, Brazil (1998), Kwangju Biennale, South Korea (2000), Venice

Biennale (2003), Yogyakarta Biennial, Indonesia (2003) dan Sydney Biennale

(2010). Tahun 1999, Dadang pindah ke Australia untuk menjadi tenaga pengajar

di Sekolah Seni dan Desain di Darwin, sebelum kemudian pada tahun 2004

pindah mengajar di Brisbane (Queensland). Hingga saat ini Dadang membagi

waktu mengajar dan berkaryanya di Australia dan Indonesia

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 13 Desember 2019 - 15:02:28