Anggi Minarni
Makassar
01 Januari 0001
Budayawan
Hidup
-
Yogyakarta
-
(tidak diinput)
mengenyam pendidikan di Sastra Inggris di Universitas Gadjah Mada.
budayawan
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
Anggi juga tercatat sebagai salah satu pendiri dan anggota Jogja Heritage Society (JHS). JHS adalah lembaga edukasi dan konservasi pusaka Indonesia di Yogyakarta. Berdiri pada tahun 2000, ketika itu Anggi bersama teman-temannya yang juga pegiat budaya melakukan inventarisasi pusaka budaya di dua kelurahan di Kota Gede, untuk menggali kembali pusaka budaya di wilayah itu. Anggi tercatat memang memiliki ketertarikan lebih dengan isuisu tata kota dan ruang publik. Pernah bersama kawan-kawannya yang terdiri dari arsitek, wartawan, hingga seniman tergabung dalam Kerupuk (Kelompok Peduli Ruang Publik Kota Yogyakarta). Kelompok ini aktif pada tahun 2000- an, dengan fokus pada isu-isu tata kota, terutama yang berhubungan dengan ruang publik. Salah satu yang diingat publik adalah aksi “Di sini Akan Dibagun Mall” (DADM) pada Oktober 2004. DADM adalah reaksi penolakan atas rencana pembangunan 8 mall di sekitar Kota Yogyakarta menimbulkan kontroversi. Anggi juga salah satu pendiri dan board member Yayasan Indonesian Visual Art Archive (IVAA), dan salah satu pendiri dan anggota Yayasan Biennale Yogyakarta. Selain menjadi anggota Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Yogyakarta “Sekar Jagad”, Bersama seniman Didik Nini Thowok, Anggi menjadi bagian dari tim untuk mendesain event tahunan dari kebudayaan Tionghoa, atau yang lebih dikenal dengan nama Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) tahun 2006 – 2015. PBTY sendiri adalah program tahunan pemerintah Kota Yogyakarta dan Jogja Chinese Art and Culture Center.
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 13 Desember 2019 - 13:59:49 |