Atmo Subroto
-
01 Januari 1970
Seni Rupa
Hidup
-
Yogyakarta
-
(tidak diinput)
-
-
-
Dusun Jalan
-
Seniman dan pelikis
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
Rata-rata karyanya adalah potret raja Kraton Yogyakarta (terutama
Sri Sultan Hamengkubuwono VIII) seperti Ng. D.S.D.I.S. Kanjeng Sri Sultan
Hamengkubuwono VIII pada waktu masih pangeran adipati mengenakan
busana wayang orang sebagai tokoh ‘Ongko Wijoyo’ pakaian destar kapesten
motif supit urang dan karyanya berjudul Sri Sultan Hamengkubuwono
VIII pada waktu masih bergelar Gusti Pangeran Haryo Purboyo berbusana
keprajuritan (tahun pembuatan tak terlacak); Sri Sultan Hamengkubuwono VIII
pada waktu masih muda mengenakan busana Barat (tanpa tahun); Sri Sultan
Hamengkubuwono VIII mengenakan busana Jenderal Mayor lengkap dengan
tanda kepangkatannya pada saat menerima tamu atau Gladi Resik (tanpa
tahun) serta Ng D.S.I.S. Kg. Sri Sultan Hamengkubuwono VIII pada waktu masih
pangeran adipati, mengenakan busana kampuhan, sikepan blenggen, wakidan
kanigoro dalam upacara Grebeg (tanpa tahun).
Di samping potret Sri Sultan VIII, dia juga merupakan ‘spesialis’ pelukis
potret patih Kraton Yogyakarta seperti: Patih Danureja VIII, Patih Sri Sultan
HB VIII- HB IX (dibuat 20-8-1937);Patih Danureja VII, Patih Sri Sultan HB VII (20-
9-1937); Patih Danureja VI, Patih Sri Sultan HB VII (14-6-1937); Patih Danureja
V, patih Sri Sultan HB VII (..-8-1937); Patih Danureja IV, Patih Sri Sultan HB
VII (8-6-1937).
Berkat lukisan potret Atmo Subroto, kini orang mengenal wajah raja-raja
dan tokoh tokoh penting dalam sejarah. Lukisan Atmo Subroto menjadi koleksi
kraton dan para bangsawan Yogyakarta
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 13 Desember 2019 - 13:45:54 |