Tokoh Seniman / Budayawan

A. Anzieb


General

A. Anzieb

-

01 Januari 1980

Seni Rupa

Hidup

-

Alamat

Yogyakarta

-

(tidak diinput)

-

-

-

Dusun Jalan

Keterangan Lain

-

-

Tingkat Provinsi dan Nasional

-

-

Penghargaan
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

A. Anzieb adalah seorang kurator. Ia banyak

mengkurasi pameran-pameran dari lembaga senibudaya

milik NU, yaitu Lesbumi. Pameran-pameran

yang Anzieb kuratori antara lain pameran bertajuk

“Matja Seni Wali-wali Nusantara” digelar di Jogja

National Museum (JNM), tahun 2015. Pameran yang

diinisiasi oleh NU ini mengambil semangat seni

Nusantara, yang telah dirintis oleh para ulama

terdahulu, yakni Wali Songo. Anzieb menganggap bahwa kesenian tidak

hanya digunakan untuk alat dakwah, tapi lebih dari itu. Karena keberislaman

seseorang bisa dilihat dari sejauh mana orang itu berapresiasi terhadap seni.

Paradigma agama dan seni pun perlu dibaca ulang dengan berkaca pada

gagasan-gagasan leluhur. Lebih khusus yaitu tentang dinamika kesenian

hingga hari ini, Islam hari ini. Jaringan Islam jangan hanya terputus di ranah

politik dan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh budaya. Anzieb juga kurator

pameran seni rupa “Kembulan”, yang menjadi bagian dari perayaan hari lahir

Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-92 di Studio Kalahan, Yogyakarta tahun 2018.

Tidak hanya yang berkaitan dengan isu-isu keagamaan, Anzieb juga

menjadi kurator untuk pameran-pameran seperti “Emotional Home” di Bentara

Budaya Yogyakarta tahun 2008, “Ketik REG: MANJUR” di Sangkring tahun

2009, “Cornerkick” di Tanah Tho Gallery, Ubud Bali tahun 2010, “Dialog Visual

Dua Etnik” di Jogja Fine Art Community (JFAC) tahun 2002. Pameran “Invisible

Force”, di Langit Artspace, Yogyakarta, tahun 2016 yang menampilkan berbagai

karya-karya seniman lintas generasi yang dianggap masih meyakini kekuatan

garis, yaitu Bambang Heras, Bob “Sick” Yudhita Agung, Farhan Siki, Gusmen

Heriadi, Hanafi, Iabadiou Piko, I Gusti Nengah Nurata, Ivan Sagita, Jeihan

Sukmantoro, Lugas Syllabus, Nasirun, Oky Rey Montha, Ong Hari Wahyu, Pande

Ketut Taman, Sudarisman, S Teddy Dharmawan, Samuel Indratma, Sunardi

ST, Toto Juharto, Ugo Untoro, Yunizar, Yustoni Volunteero. “The Printerman”,

pameran mengenang S. Teddy D di di Asmara Art and Coffee Shop tahun 2016.

Pameran tunggal Edo Pop, “Membuat Rumah Baru”, di Emmitan Contemporary

Art Gallery, Surabaya, tahun 2005, dan “Menjadi/ isness”, di Galeri Nasional

Indonesia, Jakarta, tahun 2011. Pameran tunggal Nana Tedja, “Tumbuh Akar” di

Art1 New Museum, Jakarta tahun 2018.

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 13 Desember 2019 - 13:10:12