Tokoh Seniman / Budayawan

Henricus Benny Hendriono


General

Henricus Benny Hendriono

Jember

10 Juli 1971

Seni Pertunjukan

Hidup

-

Alamat

Sleman

Godean

Sidoarum

-

-

-

Dusun Tangkilan Jalan Griya Pesona Sidoarum Blok A2-A3

Keterangan Lain

Universitas Muhammadiyah Malang

Seniman teater

Tingkat Provinsi dan Nasional

-

-

Penghargaan
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

Henricus Benny Hendriono lahir di Jember pada 10 Jul 1971, merupakan seorang seniman teater. Ia menamatkan pendidikan formalnya di Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Psikologi. Selain menekuni dunia teater ia juga pernah tercatat sebagai Jurnalis di Radar Jember, Jawa Post Grup sejak tahun 2000-2001. Lantas juga jadi jurnalis di Memorandum Timur yang juga masih satu grup dengan Jawa Pos (2001-2003). Tahun 2008-2012 menjadi jurnalis di Media Aspirasi Publik (MAP) sebuah majalah bulanan DPRD Jember. Ia juga pernah mengajar ekstrakulikuler teater di SMPN 11 Jember fan di SMA Santo Paulus Jember. Sejak tahun 1994 ia sudah rajin menggelar teater. Ia biasa memegang jabatan sebagai penulis naskah dan sutradara. Ia pernah tergabung dalam grup Teater Bell Ba Ba Fakultas psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Bersama grup ini ia pernah memainkan naskah “Kursi Mata Telinga” karya Ahmad Mujiburohman, “Sel” karya William Saroyan, “Mega-Mega” karya Arifin C. Noer, “UGD” karya Choiru Anwar. Selain itu ia juga masuk dalam komunitas Cakra Indonesia Malang. Bersama komunitas ini ia mementaskan naskah “Teroris” Karya Albert Camus. Bersama teater Suluh Yogyakarta ia menggarap naskah “Kami Bunuh Mereka” karya Eko Prasetyo. Ia berperan sebagai asisten sutradara sekaligus aktor. Tahun 2015 bersama Sanggar Bambu Yogyakarta ia tidak hanya mengurusi pementasam tapi juga menjabat sebagai sekretaris di kala waktu. Bersama Sanggar Bambu ini pula ia pada tahun 2015 mengikuti Drama Kolosal “Rebutan Cupumanik Hastahina” yang diproduksi oleh Dinas Kebudayaan DIY. Ia juga termasuk orang yang melahirkan Komunitas Luweng Yogyakarta dan juga Komunitas Jam Malam Yogyakarta. Dari tahun 2013 hingga sekarang ia menjadi anggota Folk Mataraman Institute.

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 13 Desember 2019 - 10:09:32