Erythrina Baskoro
Yogyakarta
31 Maret 1975
Seni Pertunjukan
Hidup
-
Bantul
Kasihan
(tidak diinput)
-
Aktris, penulis naskah teater, sutradara
Tingkat Internasional
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
Erythrina Baskoro lahir di Yogyakarta pada 31 Maret 1975. Ia adalah seorang aktor, penulis naskah teater dan sutradara yang bergabung dengan Teater Garasi sejak tahun 1994. Erythrina terlibat dalam pertunjukan I Lagaligo (2004-2011) karya sutradara Robert Wilson (USA) yang telah dipentaskan di banyak negara di antaranya Singapura, Itali, Spanyol, Australia, Amerika, Prancis, Belanda, dan Indonesia. Erythrina mulai menginisiasi karyanya sendiri di tahun 2007 dengan ketertarikan khusus pada tema-tema perempuan. Karya tersebut adalah Monolog Sungai (2007), Demam dalam 50 cm3 (2010), dan DISKO: Gadis Toko (2012). Erythrina Baskoro terpilih menjadi Pemeran Wanita Pendukung Terfavorit Indonesian Movie Actors (IMA) Awards 2016. “Pemenangnya adalah Erythrina Baskoro,” ucap artis peran Hamish Daud dan Dion Wiyoko bersamaan di panggung malam puncak IMA Awards 2016 yang disiarkan langsung dari Studio RCTI, Jakarta Barat, 30 Mei 2016. Erythrina dinilai sukses mencuri perhatian penonton berkat aktingnya dalam film Mencari Hilal. Pada kategori ini Erythrina menyingkirkan beberapa aktris kawakan Tanah Air, yakni Ria Irawan (Bulan di Atas Kuburan), Christine Hakim (Guru Bangsa Tjokroaminoto), dan Jajang C Noer (Toba Dreams). Selain yang senior Erythrina juga mengalahkan pemain film Tika Bravan. Dalam monolog berjudul Demam dalam 50 cm3, Erythrina memerankan tokoh perempuan yang namanya disamarkan sebagai Pipit, sekaligus menjadi penulis naskah. Monolog itu dipentaskan pada tanggal 21–22 Januari di Studio Teater Garasi, dua kali dalam semalam. Dalam pementasan dengan kapasitas penonton 40 orang tersebut, Ery bermain dalam ruang yang simpel dan bersih yang didesain oleh Andy Seno Aji. Ruangan itu berbentuk kotak tiga dinding berwarna putih berukuran 3 x 4 meter, dengan properti sebuah kursi. Ada sebingkai cermin kecil menempel di dinding belakang. Ery tampak seperti boneka yang berada dalam etalase mainan anak-anak. Selama 30 menit pertunjukan berlangsung, Ery mencoba bermain dengan rileks di setiap pergantian perannya sebagai Pipit, Psikolog, suami Pipit dan dirinya sendiri sebagai pencerita. Keluar masuk karakter tokoh dalam dirinya mengalir begitu saja, dalam artian tidak terjadi perubahan secara drastis namun cukup menggambarkan karakter yang berbeda. Ery pandai memainkan gestur dan intonasi yang berbeda.
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 13 Desember 2019 - 09:51:14 |