Djadug Ferianto
Yogyakarta
19 Juli 1964
Seni Pertunjukan
Hidup
-
Bantul
Kasihan
Tamantirto
-
Aktor, sutradara, musikus
Tingkat Provinsi dan Nasional
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
Djadug Ferianto, lahir di Yogyakarta, 19 Juli 1964. Djaduk Ferianto adalah seorang aktor, sutradara dan musikus kenamaan Indonesia. Dalam bermusik, dia lebih berkonsentrasi pada penggalian musik-musik tradisi. Djaduk adalah salah satu anggota dari kelompok musik Kua Etnika, musik humor Sinten Remen, dan Teater Gandrik. Selain bermusik, dia juga menyutradarai beberapa pertunjukan teater dan menggarap ilustrasi musik untuk sinetron di televisi. Djaduk lahir di Yogyakarta dari pasangan maestro tari Bagong Kussudiardjo dan ibunya, Soetiana. Sejak tahun 1972, Djaduk sering menggarap ilustrasi musik sinetron, jingle iklan, penata musik pementasan teater, hingga tampil bersama kelompoknya dalam pentas musik di berbagai negara. Ia bersama kelompoknya terkenal dengan eksplorasi berbagai alat dan benda sebagai instrumen musiknya. Terlahir dengan nama Guritno, pemberian pamannya. Ayahnya, Bagong Kussudiardjo mengganti namanya dengan Djaduk yang artinya unggul. Waktu kecil ia selalu ditemani radio yang sering menyiarkan pertunjukan wayang. Kemudian ia bercita-cita menjadi dalang, bahkan pernah belajar mendalang. Lingkungan masa kecilnya di Tedjakusuman, Yogyakarta yang dekat dengan kesenian sangat mendukung karirnya di bidang musik, juga teater. Djaduk pernah mendirikan Kelompok Rheze tahun 1978. Pernah dinobatkan sebagai Juara I Musik Humor tingkat Nasional, mendirikan Kelompok Musik Kreatif Wathathitha. Pada tahun 1995, bersama dengan kakaknya, Butet Kertaradjasa dan Purwanto, mendirikan Kelompok Kesenian Kua Etnika, yang merupakan penggalian atas musik etnik dengan pendekatan modern. Pada tahun 1997, Djaduk mengolah musik keroncong dengan mendirikan Orkes Sinten Remen. Djaduk banyak menerima job tingkat nasional, namun ia tetap bertahan sebagai orang lokal. Tak menetap atau berdomisili di Jakarta, meski frekuensi tampil di ibu kota sangat tinggi. Djaduk dan kelompoknya tetap berada di Yogya hingga sekarang. Komposisi musik yang pernah ia kembangkan, misalnya “Orkes Sumpeg Nang Ning Nong” (bersama Kua Etnika, 1997), “Ritus Swara” (bersama Kua Etnika, 2000), “Parodi Iklan” (bersama Orkes Sinten Remen, 2000), dan “Komedi Putar” (bersama Orkes Sinten Remen, 2002).
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 13 Desember 2019 - 09:16:07 |