Dhimas Ratin Sutedjo
Gunungkidul
05 Oktober 1980
Seni Pertunjukan
Hidup
-
Gunungkidul
Playen
Dengok
-
Penyanyi campursari
Tingkat Provinsi dan Nasional
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
Dhimas Ratin Sutedjo atau yang lebih terkenal dengan nama Dhimas Tedjo, lahir di Gunungkidul, 5 Oktober 1980. Ia adalah penyanyi campursari. Sejak menjuarai Lomba Campursari Manthous seGunungkidul dan kemudian bergabung dengan Grup Campursari Gunungkidul (CSGK) pimpinan Manthous, namanya semakin dikenal oleh masyarakat. Sosok yang paling berjasa dalam karier bermusiknya terutama campursari tentu saja mendiang RM Manthous. Dari aktivitasnya di CSGK, pada tahun 2000 bahkan ia telah berhasil meluncurkan dua album campur sari, Sama-Sama Rindu dan Jineman Slendro. Meski masih tergolong muda, Tedjo biasa dipanggil menyanyi ke berbagai daerah di Indonesia seperti Sumatra, Jakarta, dan hampir di seluruh kota besar di Jawa. Putra dari pasangan Ahmad Sonaji dan Ponikem ini dikenal luas dengan lagunya"Sama-Sama Rindu" dan “Stasiun Tugu”. Paras tampan yang identik dengan udheng atau blangkon di kepala menjadi perhatian tersendiri, bahkan hal tersebut kemudian memunculkan julukan Dimas "Blangkon" padanya. Atas kepiawaiannya menyanyi campursari dan penampilannya yang menarik itu, ia kerap mendapat undangan tampil off air maupun on air di sejumlah stasiun televisi lokal di Yogyakarta. Bagi sebagian besar warga Yogyakarta tentu sudah tidak asing dengan sosok Dimas Tedjo. Pasalnya, ia aktif terlibat di acara Klinong Klinong Campursari Jogja TV. Ia juga memiliki program sendiri yakni Pendopo Kang Tedjo di TVRI Yogyakarta. Pada tahun 2009 ia mengikuti ajang pencarian bakat musik dangdut di TPI (sekarang MNCTV) yang berlabel Dangdut Mania. Latar belakangnya dari keluarga seniman adalah alasan sehingga bisa kenal dan menguasai berbagai aliran musik sejak masih kecil. Hal tersebut dibuktikan dengan album-album yang telah dirilisnya mulai dari Langgam, Campursari, Pop Dangdut, Dangdut Koplo, dan berbagai jenis musik lainnya. Sepanjang kariernya di dunia musik, ia telah menghasilkan lebih dari 8 (delapan) album solo dan tentu saja akan terus bertambah. Selain menyanyi ia juga menguasai seni peran. Kemampuannya tersebut dijajal dalam keikutsertaannya bermain dalam film drama religi berjudul Surga Menanti bersama Agus Kuncoro dan Umi Pipik pada tahun 2016. Kariernya semakin menanjak, terbukti pada tahun 2018 ia didaulat menjadi salah satu komentator di ajang pencarian penyanyi dangdut berbakat, Bintang Pantura di Indosiar. Meskipun demikian, ia lebih memilih untuk tetap tinggal di Yogyakarta dan keliling manggung dari kampung ke kampung.
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 13 Desember 2019 - 09:08:20 |