Kanjeng Pangeran Haryo Notoprojo (Ki Cokrowasito)
Yogyakarta
17 Maret 1909
Seni Pertunjukan
Hidup
-
Yogyakarta
Pakualaman
Gunungketur
-
Empu Karawitan
Tingkat Provinsi dan Nasional
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
Kanjeng Pangeran Haryo Notoprojo, juga dikenal sebagai Ki Cokrowasito, KRT Wasitodipuro, dan KRT Wasitodiningrat, lahir dengan nama Wasi Jolodoro di Gunungketur, Pakualaman, Yogyakarta, 17 Maret 1909 dan meninggal di Yogyakarta, 30 Agustus 2007. Pada tahun 1932 diangkat menjadi abdi dalem dengan nama Raden Bekel Tjokrowasito. Ki Tjokrowasito adalah seorang empu karawitan dan salah satu seniman gamelan Jawa yang paling dihormati. Presiden Joko Widodo atas nama negara memberikan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma atas dedikasi Ki Tjokrowasito. Acara penyematan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, 13 Agustus 2015. Selain itu berbagai penghargaan telah diterimanya, di antaranya dari Badan Penyelenggara Sendratari Ramayana (1962), Yayasan Roro Jonggrang (1963), Piagam Anugerah Seni RI (1969), NASA (nama KRT Wasitodiningrat diabadikan sebagai nama gugusan bintang yang terletak di dekat Andromeda), California Institute of the Art, City of Santa Clara (1992), dari UNICEF(2002), Penghargaan Nugraha Bhakti Musik Indonesia(2004), dan gelar Empu Ageng (setingkat guru besar) dari ISI Yogyakarta (2004). Ia meneruskan kepemimpinan gamelan Pura Pakualaman dari sang ayah pada tahun 1962. Karya yang diciptakannya merupakan gubahan musik genre baru. Pada tahun 1960 dengan berkolaborasi dengan Bagong Kussudiardjo, ia menggelar Sendratari untuk pertama kalinya diselenggarakan di kompleks Candi Prambanan. Lebih dari 250 komposisi musik telah ia ciptakan, termasuk yang terkenal di masyarakat adalah komposisi gamelan untuk tembang dolanan dan karya eksperimental "kreasi baru", dan banyak lagi karya masterpiece yang diciptakannya. Banyak dari susunan karya musiknya, serta dua volume notasi musik vokalnya diterbitkan oleh American Gamelan Institute. Ia memimpin orkes gamelan di paviliun perwakilan Indonesia pada New York World's Fair tahun 1964. Kemudian ia pindah ke Valencia, California pada 1971 dan mengajar di Californian Institute of The Arts hingga tahun 1992. Pada tahun 1992 ia memutuskan untuk pensiun dan kembali ke Yogyakarta. Ia terkenal dengan karya komposisi gamelannya yang merakyat seperti “Kuwi Apa Kuwi”, “Gending Puspawarna”, “Gugur Gunung” dan “Modernisasi Desa”. Karyanya, “Javanese Court Gamelan”, dirilis oleh Nonesuch Records, 1971 (dirilis ulang 2003). Lagu “Puspawarna” menjadi salah satu rekaman dalam misi luar angkasa Voyager Golden Record NASA tahun 1977.
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 12 Desember 2019 - 20:47:54 |