Tokoh Seniman / Budayawan

Muhammad Mashudi (Budi Jolong)


General

Muhammad Mashudi (Budi Jolong)

Pati

14 Maret 1965

Seni Pertunjukan

Hidup

-

Alamat

Kulonprogo

Pengasih

Pengasih

-

-

-

Dusun Terbah Jalan -

Keterangan Lain

-

Pencipta lagu

Tingkat Provinsi dan Nasional

-

-

Penghargaan
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

Budi Jolong lahir di Pati 14 Maret 1965. Ia memiliki nama asli Muhammad Mashudi, putra  dari pasangan Muhammad Ma’ruf  dan Ibu Masmi. Ia merupakan pencipta lagu asal Kulon Progo yang terkenal. Ayah dari dua anak Muhammad Galih Rambujadi dan Muhammad Lukman Hakim menggeluti musik sejak tahun 1985 lalu, telah menciptakan banyak lagu hit yang dinyanyikan penyanyi terkenal. Sebut saja lagu Jujur (pop kreatif) yang dinyanyikan Dewi Gita, lagu Monggo Mas (dangdut) yang dinyanyikan oleh Lisnawati, Mirnawati dan Megamustika, lagu Wes Ewes dan Ae Don No (campur sari) yang dinyanyikan oleh Cici Sahita, kemudian lagu Cinta Rasul 2 (Religi) yang dinyanyikan oleh Sulis, lagu Yatim Piatu dan 25 Nabi yang dinyanyikan oleh Wafiq Azizah, dan masih banyak lagi. Mungkin banyak yang tidak lagu lagu Cinta Rasul 2 yang dinyanyikan oleh Sulis  dan lagu 25 Nabi yang dinyanyikan Wafiq Azizah yang sangat popular di masjid-masjid itu ciptaan seniman Budi Jolong. Ciri khas lagi-lagu Budi Jolong adalah penuh pesan moral, memberi makna yang positif untuk berbagai kalangan usia. Yang menarik, seniman yang beristerikan Raminah dan sekarang tinggal di Dusun Terbah, Desa Pengasih ini punya pandangan yang luar biasa terhadap Keluarga Berencana (KB). Khusus untuk remaja Kulon Progo, Budi Jolong membuatkan lagu-lagu yang berisi pesan kesehatan dan pergaulan yang baik. Dirinya bahkan mengangkat program KB lewat Lagu Campursari. Untuk aspek pengaturan kelahiran, Budi Jolong telah membuat lagu Mas Gundul Melu KB pada tahun 2009, Rabine Diundur Wae. Lagu ini menggambarkan perlunya para remaja kita menunda pernikahannya hingga mencapai kedewasaan penuh baik fisik, mental psikologis, sosial, ekonomi, keyakinan maupun  agama dengan pathokan umur untuk wanita minimal 20 tahun dan 25 tahun untuk laki-laki.

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 12 Desember 2019 - 20:30:03