KPH Brotodiningrat
Yogyakarta
28 Oktober 1896
Seni Pertunjukan
Hidup
-
Yogyakarta
Kraton
Kadipaten
-
-
Tingkat Provinsi dan Nasional
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
KPH Brotodiningrat adalah seorang empu tari klasik Yogyakarta yang dilahirkan pada tanggal 28 Oktober 1896 di Yogyakarta. Ia putra KRT Susrodipuro juga seorang penari abdi dalem keraton. Ia menamatkan Sekolah Dasar tahun 1908. Masuk menjadi abdi dalem jajar punokawan kadipaten tahun 1910, sambil kursus privat Bahasa Belanda di Dalem Ngadikusuman. Sejak masuk sekolah sudah senang menari dan belajar menari di kraton di bawah bimbingan RL. Prawirodiprojo, ML. Cokroguno. KPH Brongtodiningrat berhasil menjadi penari yang baik sebetulnya berkat asuhan RR Kartoatmojo. Masuk menjadi abdi dalem Kraton Yogyakarta pada tahun 1910 dengan nama RM Prawirowigondo. Kemudian pada tahun 1915 menjadi bekel dengan nama RB Prawirowigondo. Pada tahun 1917 menikah dengan BRAy. Mursidah putri Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Pernikahan kedua kalinya ini disebabkan istri pertamanya meninggal dunia. Selanjutnya pada tahun 1972 KRT Brongtodiningrat menjadi Pangeran Sentana dengan nama KPH Brongtodiningrat. Karier sebagai guru tari dimulai tahun 1934 di Kraton Yogyakarta. Meskipun menari telah dirintis jauh sebelum itu. Pertama kali pentas di Dalem Mangkubumen sebagai Bidadari dan Ratu Ayu. Sejak itu sering pentas seperti pagelaran Mandra Wanara di Dalem Sosrodipuran, juga Bedaya Srimpi dan tari Golek di Kraton Yogyakarta. Beksan Eteng di Kraton Surakarta dan tari Golek di Pura Mangkunegaran. Menyusun naskah cerita Golek Menak dan fragmen Senggono Duta serta menyusun cara-cara memberikan pelajaran dan cara membetulkan patrappatrap tari klasik gaya Yogyakarta. Beberapa karya tulis yang pernah dibukukan antara lain: Wulang Beksa Budaya, Filsafat Bedoyo lan Srimpi, Joged Mataram, Joged Bedoyo Kraton, Tata Rakit Kraton Ngayogyakarta (diterjemahkan dalam bahasa Inggris berjudul The Royal Palace of Yogyakarta: Its Architecture and Its Meaning), Basa Kedhaton Bagongan, Riwayatipun Ki Ageng Giring, Waosan Kojar Sakolo. Beberapa peranan tari yang pernah diperankan di Kraton Yogyakarta antara lain: R. Janoko, R. Sri Suwela, Mintorogo. R. Ongkowijiyo, dan lain-lain. KPH Brotodiningrat meninggal pada tanggal 5 Desember 1977, dimakamkan di Pasareyan Kedhaton Saptarengga Imogiri berdampingan dengan kedua istrinya.
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 12 Desember 2019 - 20:25:45 |