Tokoh Seniman / Budayawan

Dra. Bernadetta Sri Hanjati, M.Sn


General

Dra. Bernadetta Sri Hanjati, M.Sn

Yogyakarta

09 April 1961

Seni Pertunjukan

Hidup

-

Alamat

Bantul

Sewon

Bangunharjo

-

-

-

Dusun Ngijo Demangan RT03/RW 48 Jalan -

Keterangan Lain

Pascasarjana ISI Surakarta Penciptaan Tari (2002)

Penari

Tingkat Internasional

-

-

Penghargaan
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

Dra. Bernadetta Sri Hanjati, M.Sn., atau lebih dikenal dengan nama panggilan Kinting, lahir di Yogyakarta, 9 April 1961. Sejak kecil ia sudah berminat tinggi terhadap seni tari. Ia sering blusukan ke Pura Pakualaman Yogyakarta demi menyaksikan pertunjukan dan belajar tari secara langsung. Kebiasaan itu menjadi memacu dirinya sehingga terus mempunyai cita-cita belajar menari sampai ke perguruan tinggi dan bisa pula ke luar negeri. Dalam perjalanan proses kreatifnya, ia terus menggali dan memadukan pemahaman antara karya tari produk keraton dan dunia akademik. Guna menghasilkan karya tari inovatif. Terbukti, ia pun berhasil menyelesaikan pendidikan terakhir di bidang seni tari, Program Pascasarjana ISI Surakarta Penciptaan Tari tahun 2002. Lulus cumlaude dengan judul tugas akhir Tatto Totem. Karya ini berupa koreografi yang juga pernah dipentaskan dalam rangka Hari Jadi Kota Bantul 2004. Selain sebagai penari, ia juga dikenal sebagai perias dan penata busana. Bahkan sejak kecil ia terlibat dengan banyak lomba tari dan memenangkan perlombaan. Beberapa karya komposisi tari yang pernah dihasilkannya selain Tatto Totem misalnya saja komposisi tari Putri Shanghai dan The Power of Make Up. Ia pernah aktif mengurus sanggar Niassari dan hingga kini tercatat sebagai tenaga pengajar di Jurusan Tari dan Jurusan Fotografi di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Salah satu karya risetnya sebagai tugas di perguruan tinggi adalah Pengembangan Motif Gerak dan Pemadatan Waktu Tari Gambyong Gambirsawit Rog-rog Asem versi Nyi Lipursari. Kinting memang penari yang intens menekuni dunianya dengan memperkuat basis intelektual seni. Ini salah satu kelebihan yang perlu dicatat, di tengah banyaknya seniman tari yang hingga tua tetap secara otodidak dalam menjalani proses berkesenian. Dengan begitu, dunia intelektual perguruan tinggi seni turut memberikan andil memberi bobot kualitas karya keseniannya. Sehingga tidak hanya berhenti sebagai karya sebagaimana tukang saja. Lebih dari itu juga mencerminkan wawasan yang luas dan berperspektif mencerdaskan publik.

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 12 Desember 2019 - 19:11:27