Tokoh Seniman / Budayawan

Abdi Setiawan


General

Abdi Setiawan

Sumatera Barat Pariaman

29 Desember 1997

medium patung.

Hidup

-

Alamat

Yogyakarta

-

(tidak diinput)

-

-

-

Dusun Jalan

Keterangan Lain

Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Seniman

Tingkat Internasional

-

-

Penghargaan
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

Seniman kelahiran Pariaman, Sumatera Barat

29 Desember 1971 ini banyak berkarya dalam medium

patung. Telah aktif mengikuti pameran sejak

menempuh pendidikan yang ditamatkannya tahun 2003 di jurusan Seni

Kriya, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. IFI-LIP menjadi lokasi dimana Abdi

pertama kali menggelar pameran tunggalnya pada tahun 2004, dengan judul

“Gairah Malam”. Karya patung dalam pameran tunggalnya ingin secara utuh

menggambarkan serangkaian cerita, dengan patung-patung seukuran tubuh

manusia dalam simulasi ruang tamu di rumah bordil.

Gaya pameran tunggal seperti ini nampaknya menjadi salah satu ciri

khasnya. Seperti pameran tunggalnya di Red base Art Gallery, Ciputra World

lantai 12 Jakarta, pada 30 Oktober hingga 30 November 2014. Kali ini Abdi

berbicara tentang kekerasan, khususnya yang terjadi pada anak-anak atau

bahkan yang dilakukan oleh anak-anak. Mereka yang umumnya identik

dengan citra manis dan polos, bisa jadi berbeda karena mereka juga bagian

dari cerminan dunia orang dewasa.

Sedangkan pameran bersamanya antara lain pameran karya mahasiswa

ISI-IKJ “Dialog Dua Kota I” di Taman Ismail Marzuki tahun 1996, Festival Kesenian

Yogyakarta XV tahun 2003, A “Jakarta Biennale #14: Maximum City” tahun

2011, “Yogyakarta—5 Artists from Indonesia”, Marc Straus Gallery, New York,

Amerika Serikat tahun 2012, “Ekspansi: Pameran Besar Patung Kontemporer” di

Galeri Nasional Indonesia tahun 2011, Bakaba #6 tahun 2017, dan masih banyak

lainnya. Pada salah satu pameran bersama yang berjudul “What’s in your

pocket?” di Purna Budaya (sekarang menjadi PKKH UGM) tahun 2003, kurator

Nurdian Ichsan, menyebut karya Abdi Setiawan bisa dikenali sebagai patung

yang sifat monolithnya tidak terasa. Ini disebabkan tidak adanya kesatuan

bentuk material. Abdi dengan lugas menggabungkan material nyata yang

real dengan material manusia kayu buatannya yang artifisial. Menghadirkan

identitas figur menjadi alasan Abdi memilih cara tersebut. Dalam berkarya,

Abdi dinilai tidak lagi melihat adanya urgensi dalam penggunaan material

artifisial.

Hingga tahun 2019, Abdi tercatat telah puluhan kali mengadakan pameran

bersama, dan lima kali pameran tunggal. Dua diantara pameran tunggalnya

digelar di Belgia, dengan tajuk “New Sculpture”, di Andre’ Simoens Gallery,

Knokke –Zoute. Dan di Belanda dengan judul “New Sculptures”, di Metis Gallery,

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 12 Desember 2019 - 17:06:01