Tokoh Seniman / Budayawan

Bambang Pujasworo


General

Bambang Pujasworo

Yogyakarta

09 September 1957

Seni Pertunjukan

Hidup

-

Alamat

Sleman

Depok

Condongcatur

-

-

-

Dusun Gang Gambang Jalan Jalan KInanti No.4

Keterangan Lain

-

-

Tingkat Provinsi dan Nasional

-

-

Penghargaan
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

Dr. Bambang Pujasworo, S.ST., M. Hum, merupakan seniman kelahiran Yogyakarta, 9 September 1957. Ia juga seorang Dosen ISI Yogyakarta Jurusan Tari. Ayahnya bernama Soedarso Pringgobroto. Pada masa hidupnya, ayah Bambang Pujasworo dikenal sebagai pendiri kelompok seni Irama Citra sekaligus pernah menjadi Kepala Inspeksi Dinas Kebudayaan Yogyakarta, sementara ibunya bernama Sutanti. Atmosfir berkeseniannya memang sudah terbentuk dan tertempa sejak dalam keluarga. Keahlian khususnya adalah membawakan tari gaya Yogyakarta. Selain pandai menari, ia juga menghasilkan karya tari, koreografer tari, penata tari nasional maupun internasional, dan melakukan penelitian tari Jawa dan Bali. Dorongan kuat dari ibunya yang membawa ia belajar menari. Pada waktu itu ia belajar di Studio Tari Indonesia pada tahun 1971. Di samping itu ia juga menimba ilmu di Pujokusuman dibimbing KRT Sasmintodipuro. Pembimbing lain yang memperluas pengetahuan adalah penari sekaligus akademisi tari ISI Yogyakarta Ben Soeharto. Totalitas berkeseniannya teruji di antaranya dengan diterimanya sejumlah penghargaan misalnya saja sebagai Penata Tari Terbaik pada Festival Wayang Topeng pada 1991, Penghargaan Satya Lencana dari Presiden, penghargaan sebagai dosen teladan, dan lainnya. Sebagai akademisi ia berpendidikan tinggi hingga mencapai gelar Dr. Bambang Pujasworo, S.ST., M. Hum. Pemikirannya kerap diajukan acuan sejumlah pihak misalnya soal gaya tari Keraton Kasultanan Ngayogyakarta dan Keraton Kasunanan Surakarta. Gaya tari antara Keraton Surakarta berbeda dengan gaya tari Keraton Ngayogyakarta dan berbeda pula dengan gaya tari dari Kadipaten Mangkunegaran maupun Kadipaten Pura Pakualaman. Menurut Bambang Pujasworo, gerakannya berbeda bahkan dasar filosofi yang digunakannya pun juga berbeda. Pemahaman esensial ini di era kini perlu ditengok kembali. Karena banyak penari yang hanya menarikan gerakan saja, namun kurang memahami aspek kesejarahan. Penguasaan yang menyeluruh atas pemahaman tari tentu akan membawa seniman yang membawakan tarian tertentu tidak hanya seolaholah sebagai tukang saja. Namun juga sampai pada kedalaman ekspresi dan kesungguhan dalam melakukan olah gerak, olah irama, dan olah rasa.

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 12 Desember 2019 - 16:16:28