Tokoh Seniman / Budayawan

Bagong Kussudiardjo


General

Bagong Kussudiardjo

Yogyakarta

09 Oktober 1928

Seni Pertunjukan

Hidup

-

Alamat

Yogyakarta

-

(tidak diinput)

-

-

-

Dusun - Jalan -

Keterangan Lain

Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI)

Maestro Penari

Tingkat Internasional

-

-

Penghargaan
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

ber 1928 dan meninggal pada 15 Juni 2004. Bagong seorang seniman multitalenta. Ia lebih terdepan dikenal sebagai maestro penari, tetapi ia juga memberikan kontribusi tak sedikit terhadap kemajuan dunia lukis, gamelan Jawa, teater dan perfilman. Masa awal 1928-1949, Bagong berkenalan dengan seni tari Jawa klasik melalui Sekolah Tari Kredha Beksa Wirama.  Pada tahun-tahun berikutnya Bagong juga bergabung dengan Poesat Tenaga Peloekis Indonesia (PTPI) yang dibangun pelukis Djajeng Asmoro pada tahun 1945. Di era Orde Lama, Bagong mulau belajar melukis secara formal. Beliau menempuh pendidikan formal di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI). Ia masuk sebagai angkatan pertama di institusi tersebut. Selanjutnya pada tahun 1957-1958.  Pada tahun 1954, Bagong ikut Misi Kesenian Indonesia ke Republik Rakyat Tiongkok, Korea, Vietnam, India, Thailand, Filipina, Singapura, Hungaria, Cekoslovakia, Austria, Italia, Perancis, Swiss, Jerman, Belanda, Swedia, dan Inggris. Bagong mendapat kesempatan belajar ke Amerika Serikat di Connecticut College School of The Dance dan Studio Martha Graham. Sepulang dari Amerika Serikat, beliau mendirikan Pusat Latihan Tari (PLT) Bagong Kussudiardja pada 5 Maret 1958. Sejak 1973, Bagong mengikuti misi perwakilan pemerintah untuk di Meksiko, Argentina, Uruguay, dan Jerman Barat. Pada 2 Oktober 1978, Bagong resmi mendirikan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja di Bantul, Yogyakarta. Pada Desember 1984, Bagong memulai perjalanan lima bulan ke tujuh negara Eropa. Bersama 14 penari, ia mengadakan 69 kali kegiatan: pentas tari, seminar, lokakarya, pameran batik, dan demonstrasi melukis batik. Pada 5 Oktober 1985 di Jakarta, ia menampilkan Pawai Lintasan Sejarah ABRI yang melibatkan 8.000 seniman, militer, hansip, dan veteran. Bagong mencipta lebih dari 200 tari dalam bentuk tunggal atau massal. Bagong setidaknya menghasilkan 15 karya lukis yang dikagumi banyak orang. Selama berkarier, Bagong Kussudiardja juga pernah bermain peran dan menjadi kru dalam sekurangnya 11 film nasional. Bagong Kussudiardjo telah mendapat banyak penghargaan nasional maupun internasional. ***

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 12 Desember 2019 - 15:53:36