Tokoh Seniman / Budayawan

Ari Purnomo


General

Ari Purnomo

Yogyakarta

03 Agustus 1973

Seni Pertunjukan

Hidup

-

Alamat

Yogyakarta

-

(tidak diinput)

-

-

-

Dusun Purwokinanti PA I/146 Yogyakarta Jalan -

Keterangan Lain

 SMP Kristen YBPK Surabaya dan SMEA Negeri 3 Surabaya.

Penulis sekaligus pemain paket acara komedi “angkringan” di TVRI Yogyakarta.

Tingkat Provinsi dan Nasional

-

-

Penghargaan
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

Ari Purnomo lahir di Yogyakarta, 3 Agustus 1973. Ia adalah penulis naskah, sutradara dan pemeran ketoprak di DIY yang tenar pada tahun 1990an, ketika era kejayaan ketoprak tobong sudah surut. Ketika masih berusia empat tahun ia pernah mencicipi panggung ketoprak tobong Darma Mudha. Ari Purnomo adalah tus ketoprak atau punya darah pelaku ketoprak. Ayahnya, Yusuf Agil, adalah tokoh legendaris ketoprak. Adapun Sri Sundari, Ibu Ari Purnomo juga pelaku ketoprak dan sempat  jadi pemain dalam grup lawak Srimulat. Meskipun lahir dan tumbuh di lingkungan seniman ketoprak, sejatinya Ari Purnomo tidak diharapkan ayahnya menjadi pemain ketoprak. Ia sempat bersekolah di SMP Kristen YBPK Surabaya dan SMEA Negeri 3 Surabaya. Tidak sempat meneruskan kuliah. Saat itu, dunia ketoprak tobong sudah surut. Pertama kali bermain ketika umur empat tahun (1977). Waktu itu ia memerankan tokoh Nabi Musa Kecil.  Ia bergabung pada Teater Ongkek (1992), Jampi Stress (1995), Genitama, Puspaka, Perkumpulan Ketoprak Mataram. Ia belajar ketoprak di Teater Ongkek pimpinan Nano Asmorodono dan bergabung dengan teater PMY (Paguyuban Muda Yogyakarta). Karya naskah dan penyutradaraan antara lain: Pedhut panawijen (2016), Pabaratan Kang Pungkasan (2016) ,Sanepa (2016), Kembang Watu Gunung (2015), Mranggas (2009), Laskar Nyi Ageng Serang (2011). Menjurutnya seorang aktor harus  mau belajar dan terus belajar untuk mengasah kemampuan aktingnya. Tidak selalu harus dengan bermain secara langsung, tetapi juga bisa dengan melihat, mengamati, menandai, dan syukur mencatat hal-hal penting yang ditemukan dalam pertunjukan ketoprak. Penghargaan yang di dapatkan adalah aktor terbaik Festival ketoprak se-DIY (2006), juara III Pertunra Tingkat Nasional di Makasar (2007), juara I Lomba Dagelan Mataram se-Kota Yogyakarta (2011), juara I Festival Sastra Tutur seKota Yogyakarta (2011) dan Sutradara terbaik Festival Ketoprak se-DIY (2012). Ari Purnomo hingga saat ini masih aktif sebagai penulis sekaligus pemain paket acara komedi “angkringan” di TVRI Yogyakarta.

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 12 Desember 2019 - 15:14:44