Agus Prasetiya (Agus Leyloor)
-
12 Juli 1960
Seni Pertunjukan
Hidup
-
Bantul
Sewon
(tidak diinput)
SMSR
Dosen Jurusan Teater Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Tingkat Provinsi dan Nasional
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
Agus Prasetiya atau Agus Leyloor lahir 12 Agustus 1960. Ia dikenal sebagai dosen Jurusan Teater Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sebelum menjadi dosen teater, ia malang melintang di kelompok teater, misalnya di Teater Anyar dan Teater Aksara. Menekuni teater sejak 1979, ia mantap memilih jalan hidup di bidang seni teater. Ia merasakan ruang berkiprah di teater lebih ekspresif sesuai dengan jiwa dan keinginannya. Studi setingkat SMA-nya sendiri adalah SMSR, namun justru bakatnya lebih terasah di seni teater, bukan seni rupa. Sambil menekuni teater, ia juga menghasilkan lakon teater yang sempat monumental misalnya “Makam tak Bertuan dan Tuan tak Bermakam”. Penjelajahannya di teater, tidak hanya genre modern namun juga tradisi dengan melibatkan diri di dunia ketoprak. Sesekali ia juga terlibat di dunia sinetron baik sebagai pemain atau di bidang artistik. Integritasnya dalam membangun iklim teater yang kondusif dan edukatif membuat ia kerap dipilih sebagai juri berbagai lomba dan festival teater. Baik remaja maupun perguruan tinggi. Menumbuhkan gairah teater di kalangan remaja menjadi salah satu perhatiannya sebagai pendidik di perguruan tinggi. Regenerasi teater menjadi salah satu perhatiannya. Maka, ia terus menjelajah dalam ragam kegiatan yang melibatkan remaja. Ia juga menjadi salah satu fasilitator di Balai Bahasa Yogyakarta menjadi pemandu untuk apresiasi seni teater. Aktivitas ini menyasar kalangan muda hingga ke pelosok desa. Hal itu dilakukan untuk membangun dan mewujudkan komitmen menumbuhkan kesadaran berteater di kalangan muda. Supaya tidak stagnan dan terus lahir generasi yang mau peduli terhadap teater. Supaya teater tidak punah dan hanya menjadi catatan statistik dalam hasil riset. Upaya menghidupkan teater memang selalu menjadi perhatiannya yang tidak pernah hilang ditelan zaman. Tak mengherankan banyak remaja yang dekat dengan Agus Prasetya karena merasa mendapatkan ruang berkiprah dan berekspresi yang memadai. Membuat remaja tersalurkan pilihannya pada dunia positif dan tidak terjebak hanya sekadar hura-hura.
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 12 Desember 2019 - 14:47:53 |