Emha Ainun Nadjib
Jombang
27 Mei 1953
Sastra
Hidup
-
Bantul
Kasihan
Ngestiharjo
SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
(1) Penyair; (2) Vokalis
Tingkat Provinsi dan Nasional
-
Ayah:Muhammad Abdul Latief; ibu: Halimah
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
Berada pada koordinat 7 803164 110 345189. Berstatus aktif.
Karya : telah menerbitkan belasan jilid buku puisi dan puluhan buku kumpulan esai. Buku kumpulan puisi karyanya tersebut antara lain “M” Frustasi (1975) Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1977) memenangkan sayembara Tifa Sastra UI, Tak Mati-mati (1978) Sajak-Sajak Cinta (1978), Tuhan Aku berguru KepadaMu (1980, Nyanyian Gelandangan (1982), 99 Untuk Tuhanku (1982) Isra’ Mi’raj yang Asyik (1986), Suluk Pesisiran (1989), Syair Lautan Jilbab (1989), Seribu Masjid Satu Jumlahnya (1990), Cahaya Maha Cahaya (1991), Sesobek Buku Harian Indonesia (1993), Abacadabra (1994), dan Syair-syair Asmaul Husna (1994). Buku kumpulan esainya, Sastra Yang Membebaskan (1984), Dari Pojok Sejarah (1985), Slilit Sang Kiai (1991), Markesot Bertutur (1993), Markesot Bertutur Lagi (1994), Indonesia Bagian dari Desa Saya (1994), Terus Mencoba Budaya Tanding (1995), Titik Nadir Demokrasi (1995), Opini Plesetan (1996), 2,5 Jam Bersama Soeharto (1998), dan masih banyak lagi. Selain itu ada pula buku kumpulan cerpen Padang Kurusetra, namun naskah itu hilang dan tidak bisa diterbitkan. Satu-satunya yang terbit adalah Yang Terhormat Nama Saya (1992) yang diterbitkan ulang dengan judul BH (2005), novel-esai Gerakan Punakawan atawa Arus Bawah (1994), dan skenario film yang ditulis bersama Viva Westi yakni RAYYA: Cahaya di Atas Cahaya (2011).
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 13 Desember 2019 - 16:26:57 |