Upacara Tradisi / Ritus

Puputan


General

Puputan

-

Kelahiran

-

Memohon keselamatan atas bayi dan menjaga bayi dari gangguan makhluk jahat

Benang; jelaga; batu kapur; ri kemarung; daun girang; daun widara; daun lo; dan daun nanas; bendera; umbul-umbul; payung; keris; tombak; batang pisang; gandhik; sapu geranga; empan-empon; bawang merah; lombok merah; nasi tumpeng; sayuran; bubur merah puti

Upacara puputan dilaksanakan dalam bentuk kendurian yang dipimpin seorang kaum, kendurian diawali dengan penyerahan dari orang tua bayi tau yang dipercayakan kepada kaum bahwa perlengkapan sudah siap, dan kepentingannya adalah untuk kenduri puputan. setelah menerima penyerahan tersebut kaum membaca doa dengan tidak disuarakan, begitu selesai pembakaran kemenyan, kaum memeulai memabacakan doa dengan permintaan perserta ikut membaca amin atau mengamanini pembacaan doa tersebut. begitu selesai pembacaan doa, kemudian perlengkapan kenduri dibagi-bagikan kepada yang hadir. Pada malam harinya, para tetangga datang untuk menjaga bayi dengan acara lek-lekan atau jagongan semalam suntuk, kegiatan ini bertujuan menjaga keselamatan bayi agar jangan sampai terkena sarap sawan. oleh sebab itu, semalam bayi tidak boleh diturunkan di tempat tidur melainkan harus digendong atau dipangku oleh para sesepuh secara bergantian. dalam pelaksanaan upacara puputan hendaklah dilakukan pemasangan seutas benang ke sekeliling rumah mulai dari pintu dengan memutar sampai kepintu depan lagi, pemasangan itu tidak boleh dalam posisi rendah, harus di atas daun pintu agar tidak mengganggu orang yang melewati pintu. di sisi kiri dan kanan pintu utama rumah dipolesi warna putih dan hitam, memakai helaga dan batu kapur, berselang seling sehingga membentuk semacam ular welang, selain itu, dilengkapi pula dengan perlengkapan lainnya yang diikat dan di gantung kesemua sisi pintu. yang menghadiri kendurian acara puputan ini adalah kerabat, tetangga dan keluarga. Begitu selesai kendurian bagi peserta kendurian yang mempunyai anak kecil maka mereka mengambil kembang bareh, kemudian dioleskan di kedua telinganya serta dipakai untuk mengusap telapak tangan. tindakan ini dilakukan untuk menolak sarap sawan, jangan sampai peserta kenduri ppulang ke rumah memabawa sarap sawan yang dikhawatirkan menular kepada anak kecil atau bayi yang ada dirumah.

Penetapan WBTB
Kabupaten

-

-

-

Provinsi

-

-

-

Nasional

-

-

-

Internasional

-

-

-

Gambar/ Video
GAMBAR

Tidak ada gambar.


VIDEO

Tidak ada video.

Keterangan Tambahan

-

Tahun Data : 2019
Terakhir Update : 30 Oktober 2013 - 13:09:27