Maheso Suro
-
Aktif
Pemerintah desa dan warga pesisir pantai Samas
Junarto dan sesepuh
-
1996
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Bantul
Sanden
Srigading
Dusun - Jalan -
-
-
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
-
Tidak Ada
malam 1 Suro
-
-
Pinjam
Baik
Bende dan Drum, serta ubo rampe
Milik Sendiri
Sedang
1001 - 2000
Masyarakat, Pemerintah
Maheso Sura (kerbau berwarna hitam) dan Rois
Ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang maha Kuasa atas hasil panen dan menyambut tahun baru Jawa (peringatan 1 Muharram)
Memupuk kebersamaan, meningkatkan tali silaturahmi di antara warga masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan desa.
Upacara Kirab Tumuruning Maheso Suro juga dikenal dengan peringatan 1 Sura ini dimulai dari Pesanggrahan eyang Jokasmo dan diawali dengan prosesi Jamasan Golek Kencono, ritual menyambut tahun baru Jawa, Kirab maheso sura, dan Nglabuh sedekah.
Seluruh warga / pengunjung serta peserta kirab menuju ke pantai Samas.Pada kirab itu Camat dan Lurah diiringi oleh personil kirab yang menggunakan seragam keprajuritan menuju Pantai Samas. Sesampainya disana Mbah Rois memanjatkan do'a dan setelah itu munculah seekor kerbau dari laut selatan yang kemudian ditangkap. Selanjutnya para pengunjung memperebutkan gunungan hasil pertanian.
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
| No. Registrasi | : | 20182010007274 |
| Nama Karya Budaya | : | Upacara Tumuruning Maheso Suro |
| Provinsi | : | DI Yogyakarta |
| Domain | : | Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan |
| Kategori | : | Upacara/Ritus |
Upacara Tumuruning Maheso Suro adalah tradisi yang ada di masyarakat Sanden, Bantul Yogyakarta untuk mengenang Maheso Suro. Legenda ini berawal dari kemiskinan masyarakat Sanden, sehingga mereka meomohon kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya terbebas dari kemiskinan dengan bersemedi di pantai Samas. Dari semedi tersebut muncullah seekor kerbau hitam yang akhirnya membantu masyarakat setempat dalam meningkatkan hasil pertaniansetempat membajak sawah sehingga menjadi subur. Maksud dan tujuan upacara ini sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, Upacara ini dilaksanakan pada saat malam 1 Suro.
Pada pelaksanaanya ada musyawarah antara pemerintahan desa dengan warga pesisir oantai Samas untuk menentukan tempat , tamu undangan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk pelaksanaannya. Kegiatan ini dihadiri oleh atau dari Dinas Kebudayaan Propinsi DIY , Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul , Muspika , Perangkat desa ,masyarakat dan para personil kirab . Peserta kirab mengenakan baju keprajuritan . Ubo Rampe pendukung : Pisang Raja 1 tangkep,Jajanan pasar,tumpeng robyong,ingkung,nasi gurih,jenang-jenangan,tumpeng-tumpengan,bunga macam warna,dupo ratus,gunungan ,pepetan kerbau ( kerbau jadi-jadian ) .
Berada pada koordinat -8.00889 110.26768. Berstatus aktif.
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 15 Desember 2019 - 08:50:46 |