Ngombekake Jaran Kepang
-
Aktif
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Sleman
Moyudan
Sumberarum
Dusun - Jalan -
-
-
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
-
Tidak Ada
Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon
Sendang Si Bobor, Sendang Gege, Sendang Boho, dan Sendang Doya
-
Milik Sendiri
Baik
-
Milik Sendiri
Baik
1001 - 2000
Masyarakat
Pangeran Diponegoro dan laskarnya
Memohon kepada Tuhan agar mendapatkan tuah kekebalan, kekuatan dan keberanian saat trance memainkan kuda kepang.
Memupuk kebersamaan, meningkatkan tali silaturahmi di antara warga.
Prosesi upacara Ngombekake Jaran kepang pelaksanaan tidak tentu, tergantung kelompok Jaran Kepang yang menginginkan upacara. Waktu pelaksanaan Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon, pada siang hari. Sebelumnya, kelompok yang akan melaksanakan ritual tersebut harus meminta izin terlebih dahulu kepada Juru Kunci setempat untuk menentukan waktu. Bila sudah ada kesepakatan, kelompok Jathilan tersebut datang ke lokasi dengan pakaian lengkap dan berjalan kaki dengan membawa rangkaian sesaji upacara, sebagai berikut: bunga tujuh macam, kanthil, kenanga, mawar, melati dan jenis bunga lainnya dan kemenyan. Untuk rangkaian sesaji ini dipandu oleh pembaca doa yaitu juru kunci. Setelah semua pemain siap dan telah didoakan oleh juru kunci semua pemain menari atau njathil sampai ada yang trance (ndadi). Pada saat trance, pemain jathilan masuk ke sendang bersama dengan pawangnya untuk disadarkan. Para pemain jathilan percaya setelah melaksanakan upacara Ngombekake Jaran Kepang akan mendapatkan tuah kekebalan, kekuatan dan keberanian saat ndadi.
Tidak ada gambar.
Tidak ada video.
| No. Registrasi | : | 20132010003359 |
| Nama Karya Budaya | : | Upacara Ngombeke Jaran Kepang |
| Provinsi | : | DI Yogyakarta |
| Domain | : | Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan |
| Kategori | : | Upacara/Ritus |
Upacara Ngombeke Jaran Kepang di Desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan khususnya di Sendang Bobor ini tidak dapat dipastikan hari dan tanggal pelaksanaannya. Namun demikian sebagai pathokan bahwa upacara dilaksanakan pada hari Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon. Karena kedua hari tersebut bagi orang Jawa dianggap sebagai hari yang keramat. Sehingga dalam satu tahun dapat dilaksanakan berulang kali, tergantung perkumpulan yang akan melaksanakan hajatan upacara atau bisa jadai dalam satu tahun sama sekali tidak ada upacara. Tahapa-tahap pelaksanaan upacara: a. Mendaftarkan ke juru kunci, selanjutnya juru kunci menentukan waktunya. b. Rombongan jathilan datang dengan pakaiaan lengkap dan berjalan kaki. c. Rombongan diterima oleh juru kunci. d. Pelaksanaan upacara. Sedangkan sesaji yang diperlukan yaitu bunga tujuh macam, kanthil, kenanga, melati, dan jenis bunga lainnya dan kemenyan. Untuk rangkaian sesaji dipandu oleh pembaca doa yaitu juru kunci. Prosesi upacara setelah semua pemain siap dan telah didoakan oleh juru kunci semua pemain menari/njathil sampai ada yang trance/ndadi, pada saat ndadi pemain Jathilan masuk ke sendang bersama pawangnya untuk disadarkan. Para pemain Jathilan percaya setelah melaksanakan upacara Ngombeke Jaran Kepang akan mendapatkan tuah kekebalan, kekuatan dan keberanian saat ndadi.
| Tahun Data | : | 2019 |
| Terakhir Update | : | 20 Februari 2018 - 08:47:40 |